Rabu, 11 Februari 2009

Tidak suka cinta

AQ tidak suka cintA sesaat...aq suka cinta yg tulus..aq perempuan punya hati nurani yg tdk bs d bohongi..
Astagfirulah3x aq hrs kuat! setan itu psti goda terus (Krjaany kn itu maklum pengangguran dia)..aq hrs punya pondasi yg kuat!harus!aq akan jaga diriku,,Aq kn perempuan punya prinsip g akan goyah...bismillahirohmanirohim

2 komentar:

Imron Kuswandi M. mengatakan...

ISTIQAMAH (I)

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saudaraku…,
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah** maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (QS. Al Ahqaaf. 13). **) Yang dimaksud dengan “istiqamah” adalah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal saleh.

Maka karena itu serulah (mereka kepada agama itu) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita)" (QS. Asy Syuura. 15).

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Huud. 112).

Saudaraku…,
Allah berfirman: "Sesungguhnya telah diperkenankan permohonan kamu berdua, sebab itu tetaplah kamu berdua pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kamu mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui". (QS. Yunus. 89).

Saudaraku…,
Sesungguhnya dalam Al Qur’an surat Fush Shilat ayat 6, Allah telah berfirman: “Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan (Nya)”, (QS. Fush Shilat. 6).

Saudaraku…,
Sesungguhnya Allah telah menjadikan kita berada di atas suatu syariat/peraturan dari urusan (agama) yang lurus, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kita mengikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui”. (QS. Al Jaatsiyah. 18). Semoga bermanfaat! Bersambung}

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

ISTIQAMAH (II)

Assalamu’alaikum wr. wb.

Saudaraku…,
“Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (QS. Ali ‘Imran. 101).

“Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan** dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar”. (QS. An Nisaa’. 146). **) Mengadakan perbaikan berarti berbuat pekerjaan-pekerjaan yang baik untuk menghilangkan akibat-akibat yang jelek dan kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

“Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh* (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya**, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik***.” (QS. Al A’raaf. 145). *) Yang dimaksud dengan “luh” ialah kepingan dari batu atau kayu yang tertulis padanya isi Taurat yang diterima Nabi Musa A.S. sesudah munajat digunung Thursina. **) Maksudnya ialah: utamakanlah yang wajib-wajib dahulu dari yang sunah dan mubah. ***) Maksudnya: Allah akan memperlihatkan kampung orang-orang fasik seperti Fir’aun, ‘Aad, Tsamud dan sebagainya yang kampung-kampung itu hancur bersama mereka akibat kejahatan dan kefasikan mereka.

“Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberi pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan”. (QS. Al A’raaf. 170).

Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa". (QS. Al A’raaf. 171). Semoga bermanfaat!

NB.
Yang dimaksud dengan “istiqamah” adalah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal saleh.

{Tulisan ini diambilkan dari: www.imronkuswandi.blogspot.com Maaf, jika kurang berkenan}.

new Indah FM ST mengatakan...

Tuhanku Allah... :)